Rabu, 07 Maret 2012

Model Pembelajaran TS-TS (Two Stay-Two Stray)


BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
            Model pembelajaran Two stay – two stray (TS-TS) adalah model pembelajaran kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematika mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu.
B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan dikaji pada makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1.      Apa pengertian two stay-two stray (ts-ts)?
2.      Apa ciri-ciri model pembelajaran two stay-two stray?
3.      Apa tujuan model pembelajaran two stay-two stray?
4.      Langkah-langkah  model pembelajaran two stay-two stray?
5.      Apa tahapan-tahapan dalam  model pembelajaran ts-ts?
6.      Apa kelebihan dan kekurangan model ts-ts?
7.      Contoh rpp model pembelajaran two stay-two stray?
C.    Tujuan
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut:
1.      Untuk memperoleh pengetahuan mengenai model pembelajaran Two stay – two stray (TS-TS)
2.      Untuk memperoleh wawasan mengenai model pembelajaran Two stay – two stray (TS-TS)
3.      Untuk memperoleh gambaran mengenai model pembelajaran Two stay – two stray (TS-TS)
D.    Prosedur Pemecahan Masalah
Dari masalah-masalah tersebut dicari dan dikaji pemecahan masalahnya dengan cara mencari sumber di internet yang dikembangkan dengan kemampuan pribadi yang bisa kita baca di bab ii pembahasan.
E.     Sistematik Penulisan
Sistematika penulisan dalam makalah mengenai model pembelajaran circuit learning  ini yaitu sebagai berikut:
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Prosedur Pemecahan Masalah
E. Sistematik Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Pembelajaran
B. ciri-ciri Model pembelajaran
C. Pengertian Model Pembelajaran Two Stay-Two Stray
D. Ciri-ciri model pembelajaran Two Stay-Two Stray
E. Tujuan Model Pembelajaran Two Stay-Two Stray
F. Langkah-langkah  Model Pembelajaran Two Stay-Two Stray
G. Tahapan-Tahapan Dalam  Model Pembelajaran Two Stay-Two Stray
H. Kelebihan Dan Kekurangan Model Two Stay-Two Stray
I. Contoh Rpp Model Pembelajaran Two Stay-Two Stray
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Model Pembelajaran
        Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematika mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapaitujuan belajar tertentu.
B.  Model pembelajaran memiliki ciri-ciri khusus yaitu:
a.       Rasional teoritik yang logis yang disusun oleh para pencipta atau para pengembangnya.
b.      Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar
c.       Tingkahlaku belajar yang diperlukan agar model tersebut dalam dilaksanakan dengan berhail
d.      Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
C.    Pengertian Model Pembelajaran Two Stay Two Stray
            Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah model TSTS. “Dua tinggal dua tamu” yang dikembangkan oleh Spencer Kagan 1992 dan biasa digunakan bersama dengan model Kepala Bernomor (Numbered Heads). Struktur TSTS yaitu salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada kelompok membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain. Hal ini dilakukan karena banyak kegiatan belajar mengajar yang diwarnai dengan kegiatan-kegiatan individu. Siswa bekerja sendiri dan tidak diperbolehkan melihat pekerjaan siswa yang lain. Padahal dalam kenyataan hidup di luar sekolah, kehidupan dan kerja manusia saling bergantung satu sama lainnya.
D. Ciri-ciri model pembelajaran Two Stay Two Stray
Ciri-ciri model pembelajaran TSTS, yaitu:
1.      Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.
2.      Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
3.      Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda.
4.      Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu
E.     Tujuan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray
            Dalam model pembelajaran ini siswa dihadapkan pada kegiatan mendengarkan apa yang diutarakan oleh temannya ketika sedang bertamu, yang secara tidak langsung siswa akan dibawa untuk menyimak apa yang diutarakan oleh anggota kelompok yang menjadi tuan rumah tersebut. Dalam proses ini, akan terjadi kegiatan menyimak materi pada siswa.
            Dalam model pembelajaran kooperatif TSTS ini memiliki tujuan yang sama dengan pendekatan pembelajaran kooperatif yang telah di bahas sebelumnya. Siswa di ajak untuk bergotong royong dalam menemukan suatu konsep. Penggunaan model pembelajaran kooperatif TSTS akan mengarahkan siswa untuk aktif, baik dalam berdiskusi, tanya jawab, mencari jawaban, menjelaskan dan juga menyimak materi yang dijelaskan oleh teman. Selain itu, alasan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray ini karena terdapat pembagian kerja kelompok yang jelas tiap anggota kelompok, siswa dapat bekerjasama dengan temannya, dapat mengatasi kondisi siswa yang ramai dan sulit diatur saat proses belajar mengajar.
            Dengan demikian, pada dasarnya kembali pada hakekat keterampilan berbahasa yang menjadi satu kesatuan yaitu membaca, berbicara, menulis dan menyimak. Ketika siswa menjelaskan materi yang dibahas oleh kelompoknya, maka tentu siswa yang berkunjung tersebut melakukan kegiatan menyimak atas apa yang di jelaskan oleh temannya. materi kepada teman lain. Demikian juga ketika siswa kembali ke kelompoknya untuk menjelaskan materi apa yang di dapat dari kelompok yang dikunjungi. Siswa yang kembali tersebut menjelaskan materi yang di dapat dari kelompok lain, siswa yang bertugas menjaga rumah menyimak hal yang dijelaskan oleh temannya.
            Dalam proses pembelajaran dengan model two stay two stray, secara sadar ataupun tidak sadar, siswa akan melakukan salah satu kegiatan berbahasa yang menjadi kajian untuk ditingkatkan yaitu keterampilan menyimak. Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif TSTS seperti itu, siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan menyimak secara langsung, dalam artian tidak selalu dengan cara menyimak apa yang guru utarakan yang dapat membuat siswa jenuh. Dengan penerapan model pembelajaran TSTS, siswa juga akan terlibat secara aktif, sehingga akan memunculkan semangat siswa dalam belajar (aktif).
            Sedangkan tanya jawab dapat dilakukan oleh siswa dari kelompok satu dan yang lain, dengan cara mencocokan materi yang didapat dengan materi yang disampaikan. Dengan begitu, siswa dapat mengevaluasi sendiri, seberapa tepatkah pola pikirnya terhadap suatu konsep dengan pola pikir nara sumber. Kemudian bagi guru atau peneliti, menjadi acuan evaluasi berapa persenkah keberhasilan penggunaan model pemelajaran kooperatif two stay two stray ini dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa.
F.     Langkah-langkah  Model Pembelajaran Two Stay Two Stray
            Adapun langkah-langkah model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu (dalam Lie, 2002:60-61) adalah sebagai berikut:
a.       Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa.
b.      Setelah selesai, dua siswa dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan masing-masing bertamu ke kelompok yang lain.
c.       Dua siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka.
d.      Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.
e.       Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka
G.    Tahapan-tahapan Dalam  Model Pembelajaran TSTS
            Pembelajaran kooperatif model TSTS terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:
1.      Persiapan
            Pada tahap persiapan ini, hal yang dilakukan guru adalah membuat silabus dan sistem penilaian, desain pembelajaran, menyiapkan tugas siswa dan membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan masing-masing anggota 4 siswa dan setiap anggota kelompok harus heterogen berdasarkan prestasi akademik siswa dan suku.
2.      Presentasi Guru
            Pada tahap ini guru menyampaikan indikator pembelajaran, mengenal dan menjelaskan materi sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.
3.      Kegiatan Kelompok
            Pada kegiatan ini pembelajaran menggunakan lembar kegiatan yang berisi tugas-tugas yang harus dipelajari oleh tiap-tiap siswa dalam satu kelompok. Setelah menerima lembar kegiatan yang berisi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan konsep materi dan klasifikasinya, siswa mempela-jarinya dalam kelompok kecil (4 siswa) yaitu mendiskusikan masalah tersebut bersama-sama anggota kelompoknya. Masing-masing kelompok menyelesai-kan atau memecahkan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri. Kemudian 2 dari 4 anggota dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok yang lain, sementara 2 anggota yang tinggal dalam kelompok bertugas menyampaikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu. Setelah memperoleh informasi dari 2 anggota yang tinggal, tamu mohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing dan melaporkan temuannya serta mancocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.
4.      Formalisasi
            Setelah belajar dalam kelompok dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya untuk dikomunikasikan atau didiskusikan dengan kelompok lainnya. Kemudian guru membahas dan mengarahkan siswa ke bentuk formal.
5.      Evaluasi Kelompok dan Penghargaan
            Pada tahap evaluasi ini untuk mengetahui seberapa besar kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diperoleh dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif model TSTS. Masing-masing siswa diberi kuis yang berisi pertanyaan-pertanyaan dari hasil pembelajaran dengan model TSTS, yang selanjutnya dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada kelompok yang mendapatkan skor rata-rata tertinggi.
H.    Kelebihan Dan Kekurangan Model TSTS
            Suatu model pembelajaran pasti memiliki kekurangan dan kelebihan.
·         Adapun kelebihan dari model TSTS adalah sebagai berikut.:
a.       Dapat diterapkan pada semua kelas/tingkatan
b.      Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna
c.       Lebih berorientasi pada keaktifan.
d.      Diharapkan siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya
e.       Menambah kekompakan dan rasa percaya diri siswa.
f.       Kemampuan berbicara siswa dapat ditingkatkan.
g.      Membantu meningkatkan minat dan prestasi belajar
·         Sedangkan kekurangan dari model TSTS adalah:
a.       Membutuhkan waktu yang lama
b.      Siswa cenderung tidak mau belajar dalam kelompok
c.       Bagi guru, membutuhkan banyak persiapan (materi, dana dan tenaga)
d.      Guru cenderung kesulitan dalam pengelolaan kelas.
            Untuk mengatasi kekurangan pembelajaran kooperatif model TSTS, maka sebelumpembelajaran guru terlebih dahulu mempersiapkan dan membentuk kelompok-kelompok belajar yang heterogen ditinjau dari segi jenis kelamin dan kemampuan akademis. Berdasarkan sisi jenis kelamin, dalam satu kelompk harus ada siswa laki-laki dan perempuannya. Jika berdasarkan kemampuan akademis maka dalam satu kelompok terdiri dari satu orang berkemampuan akademis tinggi, dua orang dengan kemampuan sedang dan satu lainnya dari kelompok kemampuan akademis kurang. Pembentukan kelompok heterogen memberikan kesempatan untuk saling mengajar dan saling mendukung sehingga memudahkan pengelolaan kelas karena dengan adanya satu orang yang berkemampuan akademis tinggi yang diharapkan bisa membantu anggota kelompok yang lain.
I.       Contoh RPP Model Pembelajaran Two Stay Two Stray
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran               : Ilmu Pengetahuan Alam 
Kelas / Semester            : V / II
Alokai Waktu                :
Hari/Tanggal                  :
A.    Standar Kompetensi
Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunanya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses.
B.     Kompetensi Dasar
Menyimpulkan hasil pendidikan tentang perubahan sifat benda baik sementara maupun tetap.
C.    Indikator
·         Menyebutkan perubahan yang terjadi pada benda yang diperlukan khusus (dipanaskan, didinginkan dan lain-lain)
·         Menjelaskan sifat perubahan yang terjadi pada benda yang diperlakukan khusus.
D.    Tujuan Pembelajaran
·         Siswa dapat menyebutkan minimal satu dari perubahan yang terjadi pada benda yang dipanaskan/pembakaran
·         Siswa dapat menyebutkan minimal satu dari perubahan yang terjadi pada benda yang didinginkan dan pencampuran dengan air.
·         Siswa dapat menjelakan sifat perubahan yang terjadi pada benda yang dipanaskan dan didinginkan.
·         Siswa dapat menyebutkan dua ciri-ciri benda akibat dari pembusukan dan pengkaratan
E.     Materi Ajar
Benda dan sifatnya (Lampiran I)
F.     Modal / Metode
      Modal yang digunakan “Two Stay Two Stray”
      Metode yang digunakan :
·         Experiment
·         Diskusi
·         Tugas
·         Tanya jawab
·         Ceramah
G.    Langkah-langkah Pembelajaran
I.       Kegiatan Awal
·         Guru mengucapkan salam, berdo’a dan mengabsen
·         Menyiapkan alat-alat yang digunakan dalam exprement
·         Pembagian kelompok
·         Apersepsi
·         Menyampaikan tujuan yang akan dicapai setelah proses pembelajaran (Tugas Siswa : Lampiran 2)
II.     Kegiatan Inti
·         Melakukan percobaan secara kelompok untuk menyelidiki perubahan yang terjadi dan sifat pada benda yang diperlakukan khusus. (yang idialnya berjumlah empat (4) orang).
·         Diskusi hasil percobaan secara kelompok dan menjawab pertanyaan
·         Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok menjadi tamu dikelompok lain
·         Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ketamu mereka.
·         (setelah dirasa cukup mendapatkan informasi)
·         Tamu mohon diri dan kembali kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.
·         Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka
·         Setiap kelompok mengumpulkan hasil experiment kelompoknya.
III. Penutup
·         Guru memberikan kesimpulan
·         Guru memberikan evaluasi (lampiran 3)  
H.    Alat Dan Bahan Pembelajaran
·         Buku Teks
·         Benda-benda / bahan-bahan di lingkungan sekitar (Air, kertas dan lain-lain)
·         Gambar
I.       Penilaian
·         Proses (Keaktifan Siswa)
·         Unjuk kerja
·         Tertulis
Kriterian Penilaian
Bila sisiwa mencapai nilai 60, maka anak dianggap cukup, tidak perlu diadakan remedial.
LAMPIRAN
v  Lampiran 1
Benda dan Sifatnya
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan pada benda : pemanasan (menyebabkan benda mengalami perubahan wujud, wujud padat menjadi cair). Pendinginan (wujud benda cair menjadi padat), pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, kekerasan, kelenturan dan bau), pencampuran dengan air (benda yang dicampur dengan air dapat mengalami perubahan bentuk dan sifat), pembuukan (benda dapat mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau), dan perkaratan (benda dapat mengalami perubahan warna dan bentuk).
v  Lampiran 2
Alat Dan Bahan

o   Sebatang lilin
o   Sebatang es
o   Sehelai kertas
o   Garam
o   Seember air


(Kegiatan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati)
Cara kerja :
1.      Nyalakan sebatang lilin, amati yang terjadi pada lilin yang dipanaskan
2.      Bakarlah kertas dengan menyulutkannya keapi lilin. Letakkan kertas yang terbakar di atas tempat yang aman, jauh dari sumber api. Perhatikan kertas, terutama setelah apinya padam.
3.      Amati apa yang terjadi pada es batu yang didiamkan beberapa saat.
4.      Letakkan garam diatas wadah kecil. Lalu beri air, aduk sampai merata amati perubahan apa yang terjadi.
5.      Tuliskan hasil pengamatan pada table berikut ini :
(Sifat benda sebelum dan sesudah perubahan)
Benda
Waktu
Pengamatan
Sifat Benda
Bentuk
Warna
Bau
Lilin
Sebelum
Sesudah






Kertas
Sebelum
Sesudah






Es
Sebelum
Sesudah






Garam
Sebelum
Sesudah






Pertanyaan :
1.      Apakah perubahan sifat benda dapat diamati?
2.      Apa saja perubahan-perubahan sifat yang dialami tiap-tiap benda?
v  Lampiran 3
1.             Lilin yang dipanaskan dapat berubah wujud menjadi…
2.             Kertas yang dibakar akan berubah wujud menjadi…
3.             Sebutkan tiga bentuk perubahan wujud yang terjadi akibat pemanasan…
4.             Es bila dipanaskan atau didiamkan ditempat terbuka akan berubah wujud menjadi…
5.             Campurkan air dengan garam, lalu aduk lama-kelamaan akan berubah menjadi…
6.             Buah atau sayur yang busuk mengalami perubahan…
7.             Peristiwa hujan termasuk perubahan wujud …
8.             Besi mudah berkarat jika terkena…
9.             Pembusukan pada buah disebabkan oleh…
10.         Pemanasan dapat menyebabkan benda padat menjadi…
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan
            Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kelebihan model TSTS adalah siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Kekurangan model pembelajaran TSTS adalah teknik ini membutuhkan persiapan yang matang karena proses belajar mengajar dengan model TSTS membutuhkan waktu yang lama dan pengelolaan kelas yang optimal.
3.2  Saran
Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat disarankan bahwa dalam menerapkan model Two Stay Two Stray hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan oleh guru. Bagi guru selanjutnya disarankan agar tidak hanya menilai hasil belajar tapi juga menilai segala aktivitas atau keaktifan setiap siswa dalam melaksanakan langkah-langkah model ini.
DAFTAR PUSTAKA



1 komentar: